Wednesday, December 5, 2012
Sunday, December 2, 2012
UJI PUBLIK KURIKULUM 2013
Jakarta. Sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), uji publik kurikulum baru akan dilakukan pada Kamis (29/12/2012) pekan ini. Proses uji publik kurikulum 2013 ini ditargetkan berlangsung selama tiga minggu. Masyarakat diminta memberi masukan dan pendapat saat uji publik berlangsung.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa penyusunan kurikulum baru ini dilakukan untuk menjawab tantangan ke depan dengan menyeimbangkan tiga komponen yaitu sikap, keterampilan dan pengetahuan. Namun uji publik dianggap perlu untuk mengetahui masukan dari masyarakat.
"Silakan. Bebas berpendapat saat uji publik ini. Bagian mana yang tidak setuju bisa diungkapkan. Misalnya penghapusan IPA-IPS tingkat SD," kata Nuh di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Untuk draf kurikulum baru ini, masyarakat dapat melihat di laman resmi Kemdikbud bersamaan dengan waktu uji publik dimulai. Selanjutnya, masyarakat berhak untuk memberikan saran maupun kritikan terhadap perombakan kurikulum ini. Pasalnya, perubahan kurikulum ini berkaitan dengan kualitas pendidikan di Indonesia yang butuh masukan dari masyarakat.
Tidak hanya itu, uji publik juga dilakukan melalui roadshow ke lima kota besar di Indonesia dengan melibatkan berbagai kalangan seperti sekolah, guru, pengamat pendidikan, praktisi pendidikan, anggota DPR, PGRI, persatuan guru lainnya dan juga para Kepala Dinas dan Kepala Bidang dari Dinas dan kesatuan yang berkaitan dengan pendidikan.
Uji publik kurikulum 2013 resmi dimulai, Kamis (29/11/2012) malam. Bertempat di Hotel Mega Anggrek, Jakarta menjadi kota pembuka untuk uji publik pengembangan kurikulum 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).
Uji publik pengembangan kurikulum ini dihadiri oleh berbagai elemen yang punya pengaruh di bidang pendidikan seperti dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, para guru yang nantinya akan mengimplementasikan kurikulum ini dan sejumlah pengamat pendidikan.
"Uji publik ini akan dijalankan selama tiga minggu. Selama uji publik ini kami terbuka pada semua masukan yang ada," kata Wakil Menteri pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim di Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Seperti diketahui, uji publik pengembangan kurikulum ini dilakukan di lima kota besar yaitu Jakarta, Yogyakarta, Medan, Makassar dan Denpasar. Selain lima kota besar ini, ada juga 33 kabupaten/kota yang ditunjuk untuk melakukan uji publik ini sehingga menjangkau semua wilayah.
Sebelum dilakukan uji publik, pihak kementerian telah melakukan pembahasan internal yang dilaksanakan tiap pekan. Setelah disusun berbagai alternatif struktur kurikulum, hasil tersebut dipaparkan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono. Fase selanjutnya adalah uji publik ini untuk mengetahui pendapat dan masukan dari masyarakat.
Uji publik pengembangan kurikulum 2013 untuk berbagai kalangan juga dibuka secara online melalui laman http://kurikulum2013.kemendikbud.go.id.
Pemerintah berharap menjaring masukan banyak pihak untuk penyempurnaan kurikulum 2013 melalui uji publik. "Mari kita siap menerima perubahan uji kurikulum 2013. Jangan dibatalkan, tetapi tentu saja perlu sama-sama kita sempurnakan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam pembukaan Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 di Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Uji publik berlangsung hingga 29 Desember. Secara nasional, uji publik dilaksanakan di Jakarta, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Denpasar.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa penyusunan kurikulum baru ini dilakukan untuk menjawab tantangan ke depan dengan menyeimbangkan tiga komponen yaitu sikap, keterampilan dan pengetahuan. Namun uji publik dianggap perlu untuk mengetahui masukan dari masyarakat.
"Silakan. Bebas berpendapat saat uji publik ini. Bagian mana yang tidak setuju bisa diungkapkan. Misalnya penghapusan IPA-IPS tingkat SD," kata Nuh di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Senin (26/11/2012).
Untuk draf kurikulum baru ini, masyarakat dapat melihat di laman resmi Kemdikbud bersamaan dengan waktu uji publik dimulai. Selanjutnya, masyarakat berhak untuk memberikan saran maupun kritikan terhadap perombakan kurikulum ini. Pasalnya, perubahan kurikulum ini berkaitan dengan kualitas pendidikan di Indonesia yang butuh masukan dari masyarakat.
Tidak hanya itu, uji publik juga dilakukan melalui roadshow ke lima kota besar di Indonesia dengan melibatkan berbagai kalangan seperti sekolah, guru, pengamat pendidikan, praktisi pendidikan, anggota DPR, PGRI, persatuan guru lainnya dan juga para Kepala Dinas dan Kepala Bidang dari Dinas dan kesatuan yang berkaitan dengan pendidikan.
Uji publik kurikulum 2013 resmi dimulai, Kamis (29/11/2012) malam. Bertempat di Hotel Mega Anggrek, Jakarta menjadi kota pembuka untuk uji publik pengembangan kurikulum 2013 yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud).
Uji publik pengembangan kurikulum ini dihadiri oleh berbagai elemen yang punya pengaruh di bidang pendidikan seperti dari pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, para guru yang nantinya akan mengimplementasikan kurikulum ini dan sejumlah pengamat pendidikan.
"Uji publik ini akan dijalankan selama tiga minggu. Selama uji publik ini kami terbuka pada semua masukan yang ada," kata Wakil Menteri pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim di Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Seperti diketahui, uji publik pengembangan kurikulum ini dilakukan di lima kota besar yaitu Jakarta, Yogyakarta, Medan, Makassar dan Denpasar. Selain lima kota besar ini, ada juga 33 kabupaten/kota yang ditunjuk untuk melakukan uji publik ini sehingga menjangkau semua wilayah.
Sebelum dilakukan uji publik, pihak kementerian telah melakukan pembahasan internal yang dilaksanakan tiap pekan. Setelah disusun berbagai alternatif struktur kurikulum, hasil tersebut dipaparkan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Boediono. Fase selanjutnya adalah uji publik ini untuk mengetahui pendapat dan masukan dari masyarakat.
Uji publik pengembangan kurikulum 2013 untuk berbagai kalangan juga dibuka secara online melalui laman http://kurikulum2013.kemendikbud.go.id.
Pemerintah berharap menjaring masukan banyak pihak untuk penyempurnaan kurikulum 2013 melalui uji publik. "Mari kita siap menerima perubahan uji kurikulum 2013. Jangan dibatalkan, tetapi tentu saja perlu sama-sama kita sempurnakan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh dalam pembukaan Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 di Jakarta, Kamis (29/11/2012).
Uji publik berlangsung hingga 29 Desember. Secara nasional, uji publik dilaksanakan di Jakarta, Yogyakarta, Medan, Makassar, dan Denpasar.
Sumber
KOMPAS.com
Thursday, November 29, 2012
Sunday, November 11, 2012
Tuesday, September 25, 2012
ANALISIS KEBUTUHAN SETELAH EVALUASI RSDBI BALI
Evaluasi RSDBI senantiasa dilakukan oleh pemerintah seiring dengan
moratorium penyelenggaraan RSDBI maka Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bali menyelenggarakan penguatan RSDBI di
Bali mulai dari jenjang SD sampai SMA/SMK. Kegiatan ini diselenggarakan melalui
kegiatan Workshop para kepala sekolah dan guru RSDBI di wilayah Provinsi Bali
mulai tanggal 21 sampai dengan 23 Nopember 2012 yang bertempat di BPKB Provinsi
Bali di Jalan Gurita Denpasar. Kegiatan ini mengundang nara sumber dari
institusi sekolah yang telah berhasil menyelenggarakan best practice di sekolah
seperti SMA Bali Mandara Singaraja, dari para akedemisi seperti Prof. Dr. I
Wayan Maba, Prof. Dr. Anak Agung Gede Agung, M.Pd, Drs. I Made Suparma,
S.Pd, dan Drs. I Wayan Suratha, M.Pd.
Kegiatan
ini dibuka oleh Drs. Dewa Made Sudiarta, M.Pd dari Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Provinsi Bali. Dewa mengatakan bahwa kegiatan workshop ini juga akan
diisi dengan presentasi hasil analisis evaluasi RSDBI yang sudah dilakukan
sebulan yang lalu untuk selanjutnya akan dijadikan bahan laporan kepada
Gubernur Bali. Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini pemerintah akan
mengadakan koordinasi tiga pihak antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
Kabupaten dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali serta Kementrian Pendidikan dan
Kebudayaan sehingga ditemukan formula yang tepat dalam hal sharing pembiayaan
antara pembiyaan pusat APBD Provinsi dan APBD Kabupaten. Hasil kajian analisis
evaluasi RSDBI tersebut selanjutnya akan dijadikan acuan dalam menentukan
kebijakan anggaran pemenuhan kebutuhan RSDBI sehingga percepatan proses
peningkatan stauts RSDBI menjadi SBI dapat tercapai secepat mungkin.
Dewa
juga menyatakan bahwa otoomi satu atap yang berlangsung selama ini antara
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan Dinas
Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten ke depan akan diarahkan pengelolaannya
secara sentralisasi. Sebagai langkah awal yang akan diambil adalah peninjauan
kembali Undang-undang Otonomi Daerah terkait masalah pendidikan. Karna bagaimanapun
juga tidak dapat dipungkiri proses regenerasi atau mutasi tenaga pendidik dan
kependidikan yang selama ini berlangsung tidak senapas dengan kebijakan
pendidikan secara umum. Sehingga terkadang proses mutasi tidak menggunakan
pertimbangan akademis dan logis. Sebagai akibatnya adalah ketidak selarasan
antara kebijaksanan pusat dengan daerah terkait masalah pendidikan. Hal
lain yang akan ditinjau kembali menurut Dewa adalah kewajiban pemenuhan jam wajib
guru selama 24 jam karna guru tidak sempat lagi menyelenggarakan kegiatan
bimbingan, pengembangan diri, administrasi guru dan sebagainya. Dengan beban
sebanyak itu target pemenuhan selama 24 jam adalah mutlak harus dipenuhi dengan
mengesampingkan kualitas pembelajaran. Dimana indikator keberhasilan bukan
hanya kepada pemenuhan kewajiban total 24 jam tersebut dalam seminggu akan
tetapi lebih kepada proses pembelajaran.
Hal
senada juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA Bali Mandara Drs. I Nyoman
Darta, M.Pd yang juga sebagai nara sumber pada kegiatan workshop di hari
pertama tersebut mengatakan bahwa proses
pembelajaran yang baik adalah yang proses yang mengedepankan kebermaknaan
belajar secara konstruktivistik. Dimana siswa akan menjadi pembelajar yang baik
jika dia dapat menemukan langsung jalan keluar dari permasalahan dalam
pembelajaran secara mandiri. Darta yang mendapatkan giliran sebagai pembicara
setelah acara tersebut di buka menceritakan dan berbagi sharing tentang apa
yang telah ia lakukan di sekolahnya untuk menjadi bahan referensi bagi sekolah
lain dalam mengembangkan sekolahnya. SMAN Bali Mandara yang merupakan sekolah
unggulan yang telah berhasil berprestasi dalam usianya yang terbilang sangat
muda. Beberapa siswanya telah berhasil menyabet prestasi bersekala nasional
maupun internasional dalam bidang akademik. Sekolah tersebut juga telah
berhasil membawa siswanya mampu lolos dalam ujian standar internasional yang
diselenggarakan oleh Cambrigde Academy di Amerika Serikat. Hal ini tidak akan
terlepas dari peranan system dan implementasi kurikulum yang mengadopsi system kredit
semester (SKS) dengan menggunakan satuan kredit semester (sks). Keunggulan lain
yang juga mendukung tercapainya prestasi belajar siswa semasif itu adalah karna
dukungan penuh dari Pemprov Bali yang bekerja sama dengan Sampoerna Foundations
yang melakukan pengawasan ekstra ketat terhadap pelaksanaan penyelenggaraan
manajemen sekolah berikut pembelajaran serta kulitas gurunya. Dimana guru di
sekolah tersebut secara rutin diupdate wawasan dan pola berfikirnya dengan
tenaga konsultan dan interpreneur yang profesioanl.
Darta mengajak para kepala sekolah untuk bersama berubah untuk
mengadopsi system kredit SKS yang memberi kesempatan kepada siswa untuk
mengembangkan bakat, minat, dan kemampuaan belajar siswa yang beragam. Karna
dengan SKS menurut Darta beberapa
keunggulan dan keterbatasan siswa dalam bidang tertentu berusaha untuk
diakomodir sehingga perkembangannya menjadi maksimal sesuai dengan potensi apa
yang ia miliki. Dengan memakai system kredit semester siswa yang memiliki
kemampuan lebih akan mendapat pelayanan pendidikan sewajarnya demikian juga
halnya siswa yang memiliki keterbatasan dalam hal kecepatan belajarnya. Dengan
fasilitas asrama yang dimiliki maka pelaksanaan system kredit semester sangat
sukses dijalankan di sekolah tersebut.
Beberapa tanggapan muncul dari para peserta workshop yang sebagian besar
memuji dan ingin banyak belajar dari SMAN Bali Mandara. Di samping ada beberapa
peserta yang masih belum siap melaksanakan inovasi pendidikan seperti itu karna
faktor keterbatasan sarana, sumberdaya manusia, dan yang paling penting adalah
belum siap untuk berinovasi. Karna prinsip inovasi menurut Darta adalah berani
mengambi resiko termasuk resiko jabatan. Barani berinovasi berarti berani
mengambil resiko di tengah situasi system pendidikan yang masih dijalankan
dengan birokrasi yang procedural dan kaku.
Teruslah berinovasi Pak Darta, dan jangan henti hentinya untuk berbagi sesuai moto sekolah Bapak “ Share and Care”. Dan selamat mencoba bagi aktivis pendidikan lainnya. Kita songsong masa depan pendidikan yang mendekatkan diri dengan mutu, bukan pada birokrasi procedural semata.
Semoga SDN 1 Karangasem minimal dapat memikirkan jejaknya sebelum mengikuti jejaknya.
Selamat mengikuti Workshop !
Thursday, September 20, 2012
RENCANA KERJA JANGKA MENENGAH SEKOLAH
Rencana Kerja
Jangka Menengah Sekolah merupakan sebuah proses perencanaan atas semua hal
dengan baik dan teliti untuk mencapai tujuan pendidikan dalam jangka waktu 4
tahun. Dengan tujuan ini sekolah dapat disesuaikan dengan kekhasan, kondisi dan
potensi daerah, sosial budaya masyarakat, potensi sekolah dan kebutuhan peserta
didik. RKJM (Rencana Kerja Jangka Menengah) disusun sebagai pedoman kerja
pengembangan sekolah, dan sebagai bahan acuan untuk mengidentifikasi serta
mengajukan sumber daya yang diperlukan.
Dewasa ini
kompetisi pendidikan berlangsung sangat ketat dan tajam hampir tiada batas.
Sekolah yang tidak mampu bersaing secara fair dan terbuka akan tertinggal
terseleksi oleh keadaan. Oleh karena itu SDN 1 Karangasem perlu mengembangkan
dan meningkatkan secara terus menerus dengan memperhatikan sumber daya yang
dimiliki, baik sumber daya menusia maupun sumber daya yang lainnya. SDN 1
Karangasem memiliki siswa sebanyak 425 orang, guru sebanyak 13 orang, dukungan
dan kepercayaan pemangku kepentingan (stakeholder)
yang mendukung, sarana dan prasarana, dan
berada di lingkungan persekolah dengan masyarakat yang religius.
Menghadapi kondidi
tersebut SDN 1 Karangasem perlu mempersiapkan diri secara mantap dengan
menyusun Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM ) bertujuan untuk tercapainya
pelayanan pendidikan yang minimal terhadap siswa dan tercapainya pendidikan
nasional secara umum.
Monday, September 3, 2012
MENGAJAR BERBASIS ICT DI SD
Cita-cita perjuangan dalam mengisi kemerdekaan sesuai isi dari Pembukaan Undang-undang Dasar 1945 yang berbunyi “…………………..mencerdaskan kehidupan bangsa………….” Yang selanjutnya menjadi dasar bagi sistem Undang-undang dan perundang-undangan yang mengatur tentang pendidikan selanjutnya dituangkan dalam bentuk Visi dan Misi Kemdikbud. Hal ini disampaikan dalam acara pembukaan Bimbingan Teknis Proses Belajar dan Mengajar Berbasis ICT untuk Sekolah Dasar yang diselenggarakan mulai tanggal 3 sampai 5 September 2012 di Hotel Grand Pasundan Bandung oleh Prof. Dr Ibrahim Bafadal, M.Pd. Acara ini diselenggarakan dalam rangka memaksimalkan usaha-usaha kemdikbud dalam rangka mewujudkan Visi dan Misinya yaitu :
Visi
Mewujudkan layanan prima pendidikan nasional yaitu dengan mewujudkan insan Indonesia yang cerdas komprehensip, sekurang kurannya memiliki 4 kecerdasan
a. Cerdas intelektual, cerdas menyangkut keilmuan, pengetahuan dan keterampilan olah pikir
b. Cerdas secara sosial dan emosional, bagaimana anak didik dapat hidup rukun dan toleransi antar sesama ras, suku, agama, hidup tanpa gesekan, cinta pada keindahan, dan menghargai seni dan budaya
c. Cerdas secara kinestetik, sehat, bugar secara motorik dan memiliki daya tahan hidup yang tidak rentan pada penyakit
d. Cerdas spiritual, supaya anak didik kita memiliki keimanan dan ketaquaan yang tinggi dan memiliki budi pekerti yang baik
e. Untuk tahapan pembangunan berikutnya Kemdikbud menambahkan visi lanjutan yaitu yaitu cerdas kompetitif
Misi
Meningkatkan 5 K
a. Ketersediaan layanan pendidikan
b. Keterjangkauan layanan pendidikan melalui penambahan alokasi dana BOS Rp. 585. 000 per siswa jika. Alokasi tambahan anggaran juga disediakan Ditpsd jika dari dana BOS belum mencukupi untuk pengadaan sarana dan prasarana menyangkut keterjangkauan layanan pendidikan setingkat SPM. Bantuan tersebut direalisasikan dalam bentuk bantuan bagi anak didik yang kurang mampu berupaBantuan Siswa Miskin (BSN ) untuk 3,5 juta lebih siswa SD seluruh Indonesia. Batuan juga diperuntukkan kepada siswa berprestasi, yaitu dengan menyediakan beasiswa berprestasi diperuntukkan untuk Juara Olimpiade, dan kompetisi lainnya yang menyangkut keterampilan kognitif dan psikomotor.
c. Kualitas yang meningkat, salah satu isu strategis adalah SD belum memenuhi Standar Nasional. Dari 147 ribu Sekolah Dasar, yang sudah memenuhi katagori SDSN adalah 5 ribu-an. Katagori SDSN adalah Sekolah Dasar yang telah memenuhi 8 standar (standar proses, standar sarana, standar kelulusan, standar pengelolaan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar pembiayaan, standar penilaian). Target dari kemdikbud untuk jangka panjang adalah untuk meningkatkan standar pelayanan minimum (SPM) menjadi SDSN. Saat ini masih banyak SD yang belum memenuhi SPM atau disebut dengan Pra SPM. Peningkatan yang secara pelan-pelan diusahakan adalah dari Sekolah Dasarn Pra SPM menjadi SD yang berkatagori SPM selanjutnya dibina melalui proses menjadi SDSN yang selanjutnya dikembangkan menjadi menjadi RSDBI dan terakhir adalah terwujudnya SBI pada masing-masing Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia. Berdasarkan Tim penilaian dari Kemdikbud, dari 299 RSDBI yang sudah dibina terdapat 296 SD yang menunjukkan peningkatan. Dalam rangka peningkatan tersebut maka dilakukan investasi dalam bidang kurikulum (standar isi, standar proses, standar penilaian dan standar kompetensi lulusan. Untuk tahun 2013 akan diadakan bintek kurikulum yang sudah dirancang dengan sangat sistematis yang diawali dengan perekrutan 5 orang tutor nasional, 5 orang tutor tingkat propinsi. Untuk Provinsi akan diadakan anggaran untuk membina Tim Pembina Kabupaten yang berjumlah 3 orang. Usaha meningkatkan standar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dilakukan dengan berinvestasi melalui kegiatan pelatihan-pelatihan. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah bintek proses belajar dan mengajar yang diselenggarakan hari ini tanggap 3 September 2012. Dari usaha tersebut diharapkan Guru harus dapat “How to describe”, How to explain, How to demonstrate, How to inpowering. Investasi dalam bidang sarana dan prasarana, dilaksanakan bantuan social untuk pembangunan ruang kelas baru. Program bansos, SD berbasis TIK, Bantuan alat pendidikan alat olah raga dan seni, Merintis SDSN pada setiap kecamatan yang belum memiliki SDSN, Merintis RSDBI pada setiap kabupaten Investasi dalam pembiayaan pendidikan. Program penambahan ruang kelas 13.200 ruang kelas di seluruh Indonesia dianggarkan oleh pemerintah yang selanjutnya disalurkan sebesar 8 triliun melallui DAK, dan sisanya 7 triliun disalurkan melalui format bansos dari Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar.
d. Kesetaraan meningkat, dengan meningkatnya anggaran pendidikan tersebut sekolah akan kreatif dalam merancang kegiatan untuk mendukung pendidikan berbasiskan kesetaraan dan penanaman karakter bangsa.
e. Kepastian mendapatkan pendidikan, dimana kepastian untuk mendapatkan layanan pendidikan berlaku kepada setiap warga bangsa dengan tidak membedakan layanan. Hanya saja layanan pendidikan akan diberikan disesuikan dengan karakteristik dan latar belakang siswa.
Melalui Visi dan Misi tersebut yang selanjutnya dijabarkan ke dalam bentuk berbagai program maka diharapkan mampu meningkatkan Kinerja sekolah seperti :
1. Sudah melaksanakan PBM yang Pakem
2. Sudah melaksanakan pembelajaran atau pendidikan karakter
3. Sudah memanfaatkan TIK
4. Sudah melaksnakan MBS dengan meningkatnya partisipasi sekolah
Subscribe to:
Posts (Atom)









